Memilih Hewan Kurban yang Sehat

by - 23.20

Hari Raya Idul Adha merupakan salah satu hari besar umat Islam. Hari Raya Idul Adha juga disebut dengan lebaran haji karena hari besar tersebut jatuh di hari-hari dilaksanakannya ibadah haji. Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah selalu identik dengan penyembelihan hewan kurban. Penyembelihan hewan tersebut bertujuan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain itu, ada beberapa manfaat lain dari penyembelihan hewan tersebut seperti untuk bekal pada hari akhir, mendekatkan antar sesama umat muslim, berbagi dengan sesama, melancarkan rezeki, serta agar terhindar dari sifat rakus atau tamak. 



Tidak semua hewan dapat dijadikan sebagai hewan untuk kurban. Islam mengatur beberapa syarat yang harus dimiliki oleh hewan tersebut agar dapat digunakan untuk kurban. Pertama, hewan tersebut merupakan salah satu hewan ternak seperti kambing, domba, sapi, kerbau, atau unta. Hewan ternak seperti ayam, angsa, bebek, dan lainnya tidak dapat dijadikan sebagai hewan untuk kurban. Kedua, hewan tersebut diperoleh dengan cara yang baik. Tidak diperbolehkan hewan yang akan digunakan untuk berkurban berasal dari hewan rampasan, curian, hasil judi, atau dibeli dengan menggunakan uang haram. Ketiga, hewan tersebut telah memenuhi syarat usia. Kerbau atau kambing dianjurkan berusia 3 tahun, unta berusia 5 tahun, sedangkan kambing atau domba berusia 1 tahun. Keempat, tidak berada dalam kondisi yang cacat. Hewan yang akan dijadikan hewan kurban tersebut tidak diperbolehkan dalam kondisi buta, pincang, terkena penyakit, dan beberapa cacat lainnya. Kelima, penyembelihan hewan tersebut berlangsung sesuai dengan waktu yang telah disyariatkan. Penyembelihan dilakukan di tanggal 10 Dzulhijjah untuk mereka yang tidak melakukan ibadah haji, sedangkan yang melakukan ibadah haji, penyembelihan dapat dilakukan di hari-hari Nahr.

Selain memiliki keempat syarat tersebut, tentulah hewan kurban harus dalam kondisi yang sehat. Ada beberapa kriteria yang menunjukkan bahwa hewan tersebut termasuk ke dalam hewan untuk kurban yang sehat. Pertama, hewan yang sehat akan memiliki gerakan yang lincah dan aktif. Jika hewan tersebut cenderung diam dan tidak nafsu makan, bisa dijadikan gambaran bahwa hewan tersebut sedang dalam kondisi yang tidak sehat. Kedua, tidak dihinggapi oleh beberapa parasit seperti kutu dan sebagainya. Hewan yang dihinggapi oleh parasit akan memiliki penyakit yang berhubungan dengan kulit. Ketiga, hewan sehat akan memiliki mata yang bersih dan jernih. Jika hewan tersebut memiliki mata yang keruh, berair, dan belekan sudah dipastikan bahwa hewan tersebut sedang berada dalam keadaan tidak sehat. 

Keempat, hewan tersebut tidak pincang dan buta. Jika hewan berada dalam kondisi tersebut, tentulah sudah tidak masuk ke dalam syarat hewan yang diperbolehkan untuk kurban. Demikian beberapa ciri yang menunjukkan bahwa hewan tersebut merupakan hewan kurban yang sehat. Anda dapat meminta sertifikat kesehatan dari lembaga pemerintah atau yang setara lainnya yang menyatakan bahwa hewan tersebut merupakan hewan yang sehat.

You May Also Like

0 komentar