Fenomena Kelaparan di Somalia

by - 05.19

Somalia dilanda kelaparan , negeri di tanduk Afrika yang berbatasan dengan Kenya, Djibouti dan Ethiopia. Somalia beriklim tropis kering dengan curah hujan tahunan yang sangat kurang dan setengah wilayahnya adalah gurun yang gersang. Pasokan bahan-bahan impor sering terhambat karena adanya karang pelintang di lepas pantainya. Keadaan tanah yang tandus, curah hujan yang sedikit, sumber daya alam yang terbatas dan cara-cara berproduksi yang masih tradisional menyebabkan perekonomian Somalia tidak berkembang dengan baik, belum lagi ketergantungan negara ini pada dunia internasional.



Badan PBB juga menyerukan ke dunia internasional khususnya negara-negara kaya untuk membantu Somalia dari bencana kelaparan. Bencana besar ini menyerang Somalia kedua kalinya, sebelumnya pada tahun 2011 yang menewaskan 260 ribu orang tewas. Sejak saat itu Somalia diidentifikasi oleh PBB sebagai  negara yang terancam risiko kelaparan ekstrem-famine- suatu istilah teknis yang hanya berlaku dalam keadaan yang sangat spesifik.

Akibat dari kelaparan Somalia, banyak penduduk negeri ini yang tewas, mulai dari usia anak-anak, remaja hingga usia senja. Tidak hanya manusia, hewan-hewan pun banyak yang mati dan bangkainya tergeletak di jalanan, hal ini sudah menjadi pemandangan yang biasa di negeri itu. Akibat lain dari kelaparan ini adalah banyak anak-anak dan ibu-ibu yang hidup kekurangan gizi. Jangankan masalah gizi yang mereka pikirkan, untuk memenuhi kebutuhan makan saja sulit. Bahkan sampai ada ibu-ibu yang harus memilih anak yang mana yang akan diberi makan terlebih dahulu dikarenakan stok makanan yang sangat sedikit. Sementara itu terkait dengan kebutuhan gizi yang tidak terpenuhi tentu sulit bagi anak-anak untuk belajar atau menuntut ilmu juga bagi para orang tua untuk bisa berpikir demi memenuhi pendidikan anak-anaknya, sehingga bisa dikatakan secara tidak langsung bencana kelaparan yang melanda Somalia telah memutus rantai generasi penerus bangsa. Hal ini sangat miris, maka tidak heran jika PBB begitu menyerukan ke dunia internasional untuk ikut membantu menanggulangi kelaparan di Negara Somalia. Tingkat kesehatan di beberapa wilayah yang terkena musibah kelaparan pun turun signifikan, banyak penyakit menyerang penduduk.

Pemerintah Somalia sendiri dalam hal ini sulit untuk mengeluarkan kebijakan-kebijakan dikarenakan adanya kelompok-kelompok militan yang ingin menggulingkan pemerintahan yang sah. Kebanyakan penduduk yang terkena bencana kelaparan berada di wilayah kelompok militan. Bantuan yang datang dari luar negeri juga kesulitan untuk masuk ke Somalia karena sudah dihadang oleh kelompok-kelompok militan. Bantuan hanya bisa masuk dari para penduduk kota Somalia dengan menyediakan makanan berupa roti, gandum dan minuman.  

Dalam bencana ini banyak pengungsi dari Somalia melarikan diri ke negara tetangga seperti Kenya dan Ethiopia. Kondisi yang tidak sehat karena padat dan kumuh ini dibarengi dengan gizi buruk dan berujung pada kematian di kamp-kamp pengungsian.



You May Also Like

0 komentar