Apa Itu Big Data & Perannya Dalam Revolusi Bisnis

by - 18.23

Saat ini, kita hidup dengan data yang tidak hanya sebatas satu ataupun dua data, seratus ataupun dua ratus data, melainkan sudah dengan data berlimpah. Mulai dari profil teman-teman di media sosial facebook, twitter, intsagram dan linkedin, kemudian juga barang-barang belanja favorit, rute yang kita ambil setiap hari untuk berangkat kerja, dan sebagainya. Data-data tersebut berasal dari berbagai sumber, baik media sosial hingga aplikasi yang kita gunakan sehari-hari.

“Data adalah masa depan revolusi bisnis. Dan kita saat ini berada di permulaan revolusi big data,” ujar Aldila Septiadi, salah satu praktisi big data dalam acara Beyond the Hype Big data/Machine Learning yang diselenggarakan oleh Latiih beberapa waktu lalu.

Aldila menjelaskan, teknologi yang terjadi saat ini dapat membawa perubahan bisnis dalam berbagai sektor dan di berbagai aktivitas manapun. Baik bisnis yang bergerak di ranah digital maupun konvensional, baik dari pemasaran maupun proses pengiriman barang. Itulah mengapa big data menjadi bagian dari revolusi di ranah bisnis belakangan ini

“Sisi menarik dari big data adalah kemampuannya untuk mengautomasi berbagai hal, sehingga banyak efisiensi yang dapat dilakukan,” ujar Aldila.

Mengapa big data penting dalam bisnis?

Big data memiliki sifat serba HIGH 

1. High-volume, 
2. High-variety, dan 
3. High-velocity. 

Apa sih artinya? Artinya, data yang ada bisa dikatakan sudah sangat amat melimpah, ragamnya sangat banyak dan beragam, dan bisa didapatkan secara real-time saat ini juga. Banyak informasi yang bisa didapat dari sana. Hasil pengolahan data pun bisa digunakan untuk berbagai aktivitas dalam bisnis.

Aldila mencontohkan, sejumlah bisnis pun kini mulai mencoba untuk memanfaatkan big data, bahkan untuk perusahaan yang sudah berdiri satu abad lebih dan cenderung bergerak konvensional.

Salah satu contohnya adalah UPS. Perusahaan logistik ini memanfaatkan analisis big data untuk meningkatkan operasional bisnis mereka. UPS memantau rute perjalanan 45.000 kendaraan pengantar mereka secara real-time. Mereka lalu melakukan efisiensi rute dan dapat menghemat lima belas juta galon bahan bakar per tahun. Bayangkan, bukan hanya 1 atau 2 galon loh, melainkan belasan juta galon.

Faktor Ledakan Perkembangan Big Data



Aldila menjelaskan, ada empat faktor yang mendorong perkembangan big data. Yaitu ledakan data (explosion of data), perubahan dalam komponen teknologi penyimpanan (change in technology stack), peningkatan metode analisa (advancements in analytics method), dan persaingan (competitive pressure).

Setiap harinya, baik bisnis maupun konsumen, ternyata dapat menyumbangkan sekitar 2.500 kuadriliun data. Sembilan puluh persen dari data tersebut adalah unstructured data atau data tidak terstruktur. Artinya, data-data tersebut memiliki bentuk acak seperti teks, suara, video, dan lain sebagainya.

Perkembangan media sosial dan berbagai aplikasi yang kamu gunakan sehari-hari, menjadi faktor penunjang terjadinya ledakan data dan meroketnya beragam informasi.

Dengan ledakan data ini, setiap perusahaan dapat memantau seperti apa profil pengguna produk mereka, barang apa yang mereka sukai, seperti apa perilaku calon konsumen yang akan dituju, bahkan mengukur efektivitas sebuah strategi pemasaran, dan lain sebagainya.

<<..Read More..>>

You May Also Like

0 komentar